Kamis, 20 Desember 2012
Sabtu, 15 Desember 2012
Sejarah bangsa Indonesia
00.11
No comments
Pertempuran surabaya 1945
1. Sekutu mendarat di surabaya
Tanggal 25
Oktober 1945 pasukan sekutu mendarat di surabaya,berkekuatan tiga batalyon,
sebanyak 3000 tentara Brigadir Tendral Mallaby memimpin mereka dengan perkasa. Mereka
tediri dari pasukan inggris.Didalamnya membonceng pasukan belanda dan para
pejabat mereka.
Pada
hari kedua pendaratan sekutu, penjara –
penjara di surabaya mereka serbu karena para pejabat dan para perwira sekutu
ditangkap dan ditawan dalam penjara itu. Mereka dipenjara oleh Pemerintah
Indonesia karena tanpa izin masuk kota Surabaya.
Pesawat terbang sekutu tiba –tiba bergemuruh Diangkasa
kota surabaya. Kemudian, menjatuhkan surat selembaran, yang isinya meminta agar
orang Indonesia menyerah dan senjatanya diserahkan. Hukuman mati, ancaman bagi
orang Indonesia jika tidak menuruti kehendak mereka.
Namun, orang Indonesia tidak pernah gentar oleh ancaman
yang mereka umumkan.
Lebih baik mati berkalang tanah daripada bertekuk lutut
dan menyerah.
2. Terjepit
Tanggal 28
Oktober tentara keamana rakyat atau TKR mulai diuji, melawan pasukan sekutu
berkelahi.pertempuran sengit pun akhirnya terjadi. Mereka menggempur sekutu
yang selalu ingkar janji. Akibat pihak sekutu selal ingkar janji. TKR marah,
sejata keramat pun beraksi, menghunjam dan menghunus tubuh tentara sekutu.
Posisi sekutu akhirnya semakin terjepit. Brigadir jendral Mallaby nyaris
terbunuh. Untuk menghindari hancurnya
sekutu, panglima sekutu berseru. Kemudian menghadap Presiden soekarno tanpa
malu – malu, meminta penarikan tentara Indonesia yang telah bersatu dari arena
pertempuran yang semakin seru. Perjanjian damai pun kemudian disepakati. Sekutu
berjanji, tetapi mereka ingkar janji. Hal itu dilakukannya untuk mengelabui dan
mempertahankan jati diri jia terjepit tentara pribumi.
3. Kembali menantang
Dalam
keadaan tenang, sekutu kembali menantang , setelah pasukannya dengan matang.
Bala bantuan sekutu didatangkan dari malaya ke Surabaya. Ini adalah akal licik
untuk menghancurkan tentara Indonesia. Tanggal 30 Oktober1945 Presiden soekarno
kembali diajak bicara. Mereka bermusyawarah untuk mencapai mufaka. Panglima
sekutu kembali bersepaka, membentuk kontak biro untuk menjalin kerabat, dan
menentramkan perasaan rakyat.Dalam melaksanakan tugasnya, kontak biro dapat
menghentikan penembakan, kemudian menjalin persaudaraan.
Di gedung
internatio, Surabaya, serdadu Gurkha lengkap dengan senjata, berjaga – jaga
dengan siaga, membuat rakyat tak kuasa. Sementara itu, pejuang dan rakyat
berlindung. Mereka berlindung di pelataran gedung. Tentara Gurkha selalu
membuat mereka bingung. Insiden – insiden kecil pun tidak dapat dibendung.
4. Berkhianat
Sekutu
mengeluarkan pengumuman kepada rakyat, tentara Gurkha akan diangkut ke tanjung
Perak. Karena itu, rakyat pun bubar dengan hati lega. Pengumuman itu ternyata
hanya sekedar siasat. Pemuda pejuang dan rakyat terpranjat ketika serdadu
gurkha menmbakinya kuat – kuat
Tkr dan
rakyat tidak tinggal diam. Mereka melawan, membalas dendam. Brigadir Jendral
Mallaby akhirnya terbunuh akibat ditembak senjata para pejuang. Mendengar hal
itu sekutu pun marah besar karena pemimpinnya yang semula ingin berkuasa di Indonesia,
tetapi maut terburu menjemputnya. Mereka terus menyusun strategi dan
mengerahkan seluruh pasukannya.
5. Membela Tanah Air
Rakyat surabaya tak pernah gentar walaupun dihadang
maut menjelang.Mereka berkorban dan terus berjuang mempertahankan proklamasi
kemerdekaan. Bung tomo dan alim ulama bersatu. Mereka kemudian berseru agar
rakyat menghimpun kekuatan di desa dan kota.
Mereka
melatih buruh untuk menggunakan senjata dan membina raktyat mencintai nusa dan
bangsa untuk membela tanah air.
6. Ledakan Bom pertama Membahana.
Tanggal 9
November 1945 jendral mansergh mengeluarkan pengumuman kembali agar semua
senjata orang Indonesia diserahkan, kemudian menghadap sekutu sambil mengangkat
tangan. Batas akhir pun hampir tiba, pukul enam, 10 november 1945. Namun,
rakyat Indonesia tidak juga menghiraukannya karena pengumuman itu sngat
menghina rakyat indonesia. Tampak kesibukan Para pejuang, menyiagakan garis –
garis pertahanan dengan mengerahkan seluruh pasukan Indonesia.
Rakyat dan
tentara pun dikumpulkan untuk menyiapkan kekuatan baru dan menyusun strategi
perang. “allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar!” pekik bung tomo menggelegar
hadir membakar, mengorbankan patriotisme semangat juang.
Di saat
-saat menanti ancaman sekutu, suansana kota Surabaya semakin tak menentu. Tanggal 10 November 1945 ledakan
bom pertama akhirnya menggempur kota Surabaya. Kepulan asap hitam pun
membumbung tinggi, menghiasi angkasa pelabuhan kota surabaya. Tetapi itu tidak
membuat pasukan kita gentar, mereka terus maju memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia. Bung tomo terus membakar semangat juang kita. Pidatonya terdengar
sampai pelosok desa, melalui radio memancar jauh menembuh udara surabaya.
“merdeka atau mati” itulah semboyan para pejuang kita. Kota Surabaya pun di
gempur habis – habisan oleh serangan sekutu. Peristiwa itu terjadi pada tanggal
10 November 1945, tepatnya pukul sebelas waktu Indonesia timur. Akibatnya para pejuang kita banyak yang gugur dalam
medan perang. Gempuran sekutu bertambah dahsyat,dimana – mana penjagaan mereka
semakin ketat. Pasukan pejuang kita semakin tertekan. Tetapi, kota Surabaya
tetap dipertahankan secara mati – matian.
Betapa bulat
dan sucinya perjuangan mereka. Mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Kini
setiap 10 November kita mengenang kepahlawanan mereka. Semoga Tuhan yang maha
esa menerima pengorbana mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)












